Kamis, 19 Juni 2025

Tradisi Bakar Batu "Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua"

 Tradisi Bakar Batu 

Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua

“Surga kecil yang jatuh ke Bumi yang terletak di ujung Timur Indonesia yaitu Papua”

Itulah julukan yang melekat dengan Papua. Indonesia, sebagai Negara kepulauan terbesar di Dunia, memiliki beragam Suku, Budaya, dan Bahasa yang tersebar di 38 Provinsi. Papua memiliki sejarah panjang dalam Administrasi Pemerintahan, dengan sistem Pemerintahan Tradisional yang dipimpin Oleh Kepala Suku atau Adat. Pengaruh luar seperti kolonialisme Belanda dan agama Kristen juga membentuk budaya administrasi di Papua. Papua merupakan  tanah yang kaya akan budaya dan tradisi, memiliki keunikan tersendiri dalam hal administrasi pemerintahan. Tradisi dan budaya administrasi di Papua tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk sistem pemerintahan yang efektif.

Provinsi yang terletak di bagian Timur Indonesia ini masih memiliki tradisi dan budaya yang masih sangat kental dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat tentu hal ini berdampak juga kepada sistem pemerintahan yang berjalan di papua. Dalam membangun administrasi pemerintahan di Papua, penting untuk mengintegrasikan tradisi dan budaya lokal dengan modernisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami dan menghormati nilai-nilai adat dan tradisi masyarakat Papua, sembari menerapkan prinsip-prinsip Administrasi modern yang efektif dan efisien. Pemberdayaan masyarakat adat juga menjadi kunci dalam membangun administrasi pemerintahan yang efektif di Papua. Dengan memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, kita dapat membangun sistem pemerintahan yang lebih inklusif dan responsive

 Dalam konteks administrasi, penting untuk memahami bahwa adat dan budaya papua memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara masyarakat mengelola berbagai aspek kehidupan, termasuk pemerintahan oleh karena itu pendekatan yang mengakomodasi nilai-nilai adat akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembangunan dan kesejahtraan masyarakat Papua. Tradisi dan budaya administrasi di Papua sampai sekarang masih kental dengan sistem adat salah satu nya adalah upacara Bakar Batu adalah ritual adat yang dilakukan oleh berbagai suku di Papua, seperti Suku Dani, Lani, dan lainnya. Bakar Batu yang melambangkan persatuan, rasa syukur, perayaan, dan pemecahan masalah sosial dapat menjadi bagian dari proses musyawarah atau penyelesaian konflik. Tradisi seperti Bakar Batu bisa mempengaruhi budaya kerja birokrasi secara tidak langsung, Misalnya, pengambilan keputusan musyawarah yang juga diterapkan dalam proses administrasi lokal. Penghormatan terhadap adat sering kali mempengaruhi proses pemerintahan atau penyusunan kebijakan lokal, terutama yang menyangkut tanah adat dan masyarakat adat.

 
Sebagai contoh Seorang kepala suku mengundang masyarakat untuk membahas program pembangunan kampung, dan pertemuannya dilakukan dalam rangkaian acara bakar batu. Dalam suasana itulah, disampaikan informasi kebijakan yang akan di lakukan sekaligus mendengar aspirasi warga dalam program yang akan di jalankan nantinya serta melakukan pengambilan keputusan secara bersama-sama saat itu juga. Ini merupakan perwujudan budaya administrasi yang memanfaatkan mekanisme tradisionalWalaupun seringkali masih kelihatan menjadi provinsi yang tertinggal namun Papua terus berupaya meningkatkan sistem Administrasi dengan membuat inovasi-inovasi terbaru yang mendukung berlangsungnya pelayanan administrasi di Papua. Hal ini di buktikan di Dukcapil Timika Papua Tengah dengan terus membuat sistem inovasi baru. Beberapa inovasi yang telah berhasil di lakukan dan masih di gunakan sampai sekarang oleh Dukcapil Timika ialah Pinang Dukcapil, Goes To Campus, Dukcapil Siaga, Café Adminduk, Jok Merrieid, Lala Pu Kaka, Kanda Sip, Jempol Adminduk dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukan bahwa Tradisi Budaya Administrasi di Papua memang masih kental dengan adat setempat, namun mereka tidak menutup diri dari hal baru (Modernisasi).

perbedaan yang mencolok dari sistem administrasi di papua di bandingkan dengan provinsi lainya ialah Papua memiliki sistem administrasi dan informasi yang berbasis web, seperti SAIK (Sistem Administrasi dan Informasi Kampung) dan SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Distrik/Kecamatan). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan di tingkat kampung dan distrik. Dari data Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah provinsi Papua Barat telah bekerja sama dengan pemerintah Australia melalui program KOMPAK untuk mengembangkan sistem administrasi dan informasi kampung dan distrik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan di tingkat kampung dan distrik. Meskipun sistem pemerintahan sekarang harus lebih moderen namun tradisi budaya di Papua terus di lestarikan dan terus akan di gunakan berjalan berdampingan dengan sistem Administrasi moderen untuk itu Pemerintah Provinsi Papua berupaya melestarikan budaya lokal melalui berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni dan hiburan rakyat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Kansiana Salle, mengimbau generasi muda Papua untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal yang semakin terkikis oleh interaksi media sosial dan adat istiadat moderen.

Sebagai penulis tentu sungguh besar harapan Saya untuk melihat budaya Administrasi yang berjalan saat ini yaitu budaya Administrasi yang sehat jauh dari Birokrasi yang kaku dan tidak adaptif, korupsi dan nepotisme, pelayanan yang buruk, dan kebijakan tidak berbasis data. apa lagi Papua memiliki segudang potensi alam yang jika di kelola dengan budaya Administrasi yang baik maka harapan Indonesi Emas di Tahun 2030 akan menjadi nyata.

Kamis, 27 Februari 2020

PELESTARIAN BUDAYA


“PELESTARIAN BUDAYA”

Negara kita merupakan Negara yang kaya akan budaya. Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik dan 1.340 suku bangsa. Masing-masing memiliki bahasa, tarian, makanan, pakaian, dan berbagai kearifan lokal lainnya. Oleh sebab itu, kekayaan akan budaya ini harus di lestarikan. Sebagai mana bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga akan budayanya.
Sayangnya, menurut data dari Program Specialist Unesco Office yang merupakan lembaga Pelatihan dan Pendidikan Warisan Budaya untuk Kaum Muda Indonesia. Minat generasi muda dalam melestarikan budaya sangat minim. Hal ini di sebabkan karena pemuda tidak lagi belajar dan terlibat banyak dalam proses kebudayaan di daerah masing-masing. Alhasil, berbagai profesi yang identik dengan kebudayaan juga tidak lagi menarik bagi pemuda.
          Oleh karena itu, Pelestarian budaya hendaknya melibatkan generasi muda. Karna generasi muda bangsa ini merupakan asset bagi Negara. Tidak hanya masa depan budaya, namun masa depan bangsa ini pun bergantung kepada generasi muda dengan demikian diharapkan Sehingga mereka mampu lebih peduli. Generasi mudalah yang akan menjadi penerus sekaligus guru yang akan datang. Menjadi penopang sekaligus pelanjut estafet keberlangsungan sebuah bangsa. Mereka akan mewariskan budaya ini di masa depan. Sehingga keterlibatannya sangatlah penting.
Belum lagi kita akan di hadapkan dengan bonus demografi. Keadaan di mana jumlah pemuda jauh lebih banyak di banding kelas umur lainnya. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada tahun 2020-2035. Pada masa tersebut,  Jumlah penduduk usia produktif di proyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.
          Tantangan saat ini dan kedepan akan semakin bergelora. Salah satunya ialah era revolusi industri 4.0 yang telah di hadapan mata. Sehingga pelestarian budaya harus mengikuti langkah-langkah yang modern sesuai perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini. Peran pemuda hadir untuk merealisasikan atau melaksanakan tujuan dari budaya sekaligus memadukannya dengan perkembangan teknologi.
Salah satunya dengan cara menyebarkan melalui sosial media. Hal ini agar lebih menarik minat generasi muda yang hidup di masa modern seperti sekarang. Pada zaman modern seperti ini, pelestarian kebudayaan bisa melalui program radio, televisi, film, internet, dan media cetak. Jika kebudayaan di sajikan dalam bentuk-bentuk seperti ini, maka generasi muda akan tertarik karena kebudayaan bagi mereka tidak kuno dan ketinggalan zaman.
Contohnya …………
          Pementasan budaya yang menarik akan menjadi ibarat siang sebagai angan-angan, malam menjadi buah mimpi. Hal yang akan selalu terkenang. Sehingga selain menjadi tontonan, pementasan budaya akan menjadi tontonan yang baik. Pelestarian budaya pun akan semakin menarik.
Senang sekali karena langkah-langkah seperti ini lah yang sudah mulai di lakukan dan di terapkan di masa sekarang.
Selain itu, kita sebagai penerus bangsa hendaknya bangga akan kebudayaan yang kita miliki saat ini. Bukannya lebih tertarik akan kebudayaan dari luar negeri. Yang secara tidak langsung telah mengapdopsi tanpa memfilter kembali dengan alasan bahwa lagi trand, sehingga perlahan kebudayaan yang kita miliki terkikis sedikit demi sedikit.
Harapa pemuda bangsa saat ini tetap bangga akan keberadaan budaya yang telah menjadi harta yang di wariskan oleh leluhur dan tetap melestarikannya dan juga mengenalkan keragaman budaya pada dunia karna Indonesia terkenal dengan keragaman seni budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Memperkenalkan keragaman budaya kepada dunia akan menumbuhkan kebanggaan atas kekayaan budaya yang dimiliki. Jika dunia sudah mengenal seni dan budaya Indonesia, maka akan terjadi harmonisasi hubungan dengan negara-negara lain. Kerjasama dapat terjalin, seperti pertukaran pelajar atau pertukaran misi kebudayaan. Perbedaan yang ada dari keberagaman juga bisa menjadi cara untuk mengusung slogan “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetap satu jua). 
Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa, calon pemimpin masa depan, oleh karena itu di pundak generasi muda lah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Suatu bangsa apabila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia, maka bangsa itu akan besar. Ayo kobarkan semangat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia !.



Selasa, 04 Desember 2018

MASALAH

AssalamualaikumWarahmatullahiWabarakatu🙏
Dan Salam Sejahtra Buat Kita Semua😉

Terimakasih buat kalian semua yang sudah berkunjung ke blog saya😍dan semoga dengan ada nya blog saya bisa`menjadi penghibur dan motivasi buat teman-teman semua😉

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang masalah yang saya alami bahkan mungkin beberapa dari teman-teman juga mempunyai msalah yang sama seperti saya, tapi tenang tidak hanya masalah yang akan saya bahas tapi saya akan memberikan sedikit solusi agar masalah yang kita alami bisa teratasi.
Nah masalahnya yaitu hal-hal apa saja yang membuat saya menjadi susah dalam belajar.Padahal kalau mau di pikir-pikir saya sudah menempuh pendidikan cukup lama dari lingkungan keluarga,masyarakat,bahkan sampai di bangku sekolah dari SD,SMP,SMA,bahkan sekarang saya sedang melanjutkan pendidikan saya di salah satu perguruan tinggi negeri di makassar. Ya kalau mau di hitung-hitung sudah sekitar 14tahun saya menempuh pendidikan formal dan insyhallah akan berlanjut untuk beberapa tahun ke depan,waktu yang cukup lama bukan😯.Dalam kurun waktu yang sangat lama itu banyak masalah yang saya hadapi di dalam proses belajar.

Yang pertama SULIT UNTUK KONSENTRASI pada saat proses pembelajaran berlangsung ada yang punya masalah seperti ini? kalau ada berarti kita sama dong😂kalian tau kenapa itu bisa terjadi???kalau menurut saya itu terjadi karena mungkin di pengaruhi dari beberapa faktor seperti kelas yang ribut,kelas yang panas,dan mungkin lagi memikirkan seseorang(hehehe).solusinya adalah duduklah di bagian paling depan dan niatkan untuk konsentrasi terhadap pelajaran itu.
Yang kedua NGANTUK pada saat proses pembelajaran berlangsung,kalau ini mah sudah jadi tradisi bagi siswa maupun mahasiswa ini di akibatkan karna hoby atau keseringan begadang dengan alasan kerja tugas yaaa alasan yang klasik.solusinya adalah kurangilah begadang apalagi kalau tidak ada gunanya♪.
Yang ketiga KESERINGAN MAIN GADGET sudah menjadi fenomena yang sangat besar dan mempunyai dampak yang luar biasa gadget seolah-olah memberikan kita dunia baru dengan adanya fitur-fitur yang menarik yang tersedia di dalamnya sehingga di manapun dan kapanpun kita tidak bisa di pisahkan degan gadget📵 bahkan kadang waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk melihat fitur yang terdapat pada gadget,solusinya adalah mulailah belajar membagi waktu dalam kondisi apapun.

Nah mungkin itulah masalah-masalah yang sering saya hadapi dalam proses pembelajaran semoga kedepannya semua masalah-masalah itu bisa teratasi lewat solusi-solusi tadi😉
sekian dari saya mohon maaf jika terdapat kesalahan-kesalahan kata dalam penulisan dan mungkin kurang di mengerti,maka dari itu saya mengharapkan respon dari teman-teman tentang blog ini,agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi🙏
Wassalamu'alaikum wr.wb. 



 Nur Rini Abdullah

Tradisi Bakar Batu "Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua"

 Tradisi Bakar Batu  Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua “Surga kecil yang jatuh ke Bumi yang terletak di ujung Timur Indonesia ...