Kamis, 27 Februari 2020

PELESTARIAN BUDAYA


“PELESTARIAN BUDAYA”

Negara kita merupakan Negara yang kaya akan budaya. Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik dan 1.340 suku bangsa. Masing-masing memiliki bahasa, tarian, makanan, pakaian, dan berbagai kearifan lokal lainnya. Oleh sebab itu, kekayaan akan budaya ini harus di lestarikan. Sebagai mana bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga akan budayanya.
Sayangnya, menurut data dari Program Specialist Unesco Office yang merupakan lembaga Pelatihan dan Pendidikan Warisan Budaya untuk Kaum Muda Indonesia. Minat generasi muda dalam melestarikan budaya sangat minim. Hal ini di sebabkan karena pemuda tidak lagi belajar dan terlibat banyak dalam proses kebudayaan di daerah masing-masing. Alhasil, berbagai profesi yang identik dengan kebudayaan juga tidak lagi menarik bagi pemuda.
          Oleh karena itu, Pelestarian budaya hendaknya melibatkan generasi muda. Karna generasi muda bangsa ini merupakan asset bagi Negara. Tidak hanya masa depan budaya, namun masa depan bangsa ini pun bergantung kepada generasi muda dengan demikian diharapkan Sehingga mereka mampu lebih peduli. Generasi mudalah yang akan menjadi penerus sekaligus guru yang akan datang. Menjadi penopang sekaligus pelanjut estafet keberlangsungan sebuah bangsa. Mereka akan mewariskan budaya ini di masa depan. Sehingga keterlibatannya sangatlah penting.
Belum lagi kita akan di hadapkan dengan bonus demografi. Keadaan di mana jumlah pemuda jauh lebih banyak di banding kelas umur lainnya. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada tahun 2020-2035. Pada masa tersebut,  Jumlah penduduk usia produktif di proyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.
          Tantangan saat ini dan kedepan akan semakin bergelora. Salah satunya ialah era revolusi industri 4.0 yang telah di hadapan mata. Sehingga pelestarian budaya harus mengikuti langkah-langkah yang modern sesuai perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini. Peran pemuda hadir untuk merealisasikan atau melaksanakan tujuan dari budaya sekaligus memadukannya dengan perkembangan teknologi.
Salah satunya dengan cara menyebarkan melalui sosial media. Hal ini agar lebih menarik minat generasi muda yang hidup di masa modern seperti sekarang. Pada zaman modern seperti ini, pelestarian kebudayaan bisa melalui program radio, televisi, film, internet, dan media cetak. Jika kebudayaan di sajikan dalam bentuk-bentuk seperti ini, maka generasi muda akan tertarik karena kebudayaan bagi mereka tidak kuno dan ketinggalan zaman.
Contohnya …………
          Pementasan budaya yang menarik akan menjadi ibarat siang sebagai angan-angan, malam menjadi buah mimpi. Hal yang akan selalu terkenang. Sehingga selain menjadi tontonan, pementasan budaya akan menjadi tontonan yang baik. Pelestarian budaya pun akan semakin menarik.
Senang sekali karena langkah-langkah seperti ini lah yang sudah mulai di lakukan dan di terapkan di masa sekarang.
Selain itu, kita sebagai penerus bangsa hendaknya bangga akan kebudayaan yang kita miliki saat ini. Bukannya lebih tertarik akan kebudayaan dari luar negeri. Yang secara tidak langsung telah mengapdopsi tanpa memfilter kembali dengan alasan bahwa lagi trand, sehingga perlahan kebudayaan yang kita miliki terkikis sedikit demi sedikit.
Harapa pemuda bangsa saat ini tetap bangga akan keberadaan budaya yang telah menjadi harta yang di wariskan oleh leluhur dan tetap melestarikannya dan juga mengenalkan keragaman budaya pada dunia karna Indonesia terkenal dengan keragaman seni budaya yang tersebar dari sabang sampai merauke. Memperkenalkan keragaman budaya kepada dunia akan menumbuhkan kebanggaan atas kekayaan budaya yang dimiliki. Jika dunia sudah mengenal seni dan budaya Indonesia, maka akan terjadi harmonisasi hubungan dengan negara-negara lain. Kerjasama dapat terjalin, seperti pertukaran pelajar atau pertukaran misi kebudayaan. Perbedaan yang ada dari keberagaman juga bisa menjadi cara untuk mengusung slogan “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetap satu jua). 
Generasi muda adalah harapan masa depan bangsa, calon pemimpin masa depan, oleh karena itu di pundak generasi muda lah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Suatu bangsa apabila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia, maka bangsa itu akan besar. Ayo kobarkan semangat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia !.



Tradisi Bakar Batu "Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua"

 Tradisi Bakar Batu  Jembatan Budaya dan Administrasi di Tanah Papua “Surga kecil yang jatuh ke Bumi yang terletak di ujung Timur Indonesia ...